AKTIVITAS OLAHRAGA TRADISIONAL ENGKLEK DALAM PENINGKATAN KESEIMBANGAN DAN KELINCAHAN PADA SEBAGIAN ANAK DI DUSUN KRAJAN REMBES BRINGIN KABUPATEN SEMARANG
DOI:
https://doi.org/10.64788/ar-rasyid.v2i1.300Keywords:
Engklek, Stabilitas, Olahraga tradisionalAbstract
Permainan tradisional dikenal memiliki beberapa keunggulan dibanding permainan modern pada masa kini. Permainan tradisional dapat memperkenalkan, melestarikan, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.(Pratiwi & Kristanto, 2015:20) Salah satunya adalah permainan engklek, yang kini mulai jarang diminati oleh anak-anak di berbagai daerah. Padahal, permainan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan fisik, motorik, serta sosial anak. Melalui aktivitas melompat pada kotak-kotak tertentu dengan satu kaki, anak dilatih mengembangkan keseimbangan, kelincahan, koordinasi, dan konsentrasi. Menurut Hulfian et al., (2025:55) Permainan olahraga tradisional Engklek merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik berbasis lompatan yang dilakukan pada bidang datar yang telah diberi pola tertentu. Pola tersebut biasanya dibua t dalam bentuk susunan kotak-kotak di atas permukaan tanah, yang kemudian menjadi lintasan bagi pemain untuk dilalui dengan cara melompat menggunakan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya secara berurutan. Kegiatan fisik yang dilakukan dalam olahraga tradisional Engklek pada dasarnya menuntut kemampuan tubuh untuk menjaga stabilitas sekaligus melakukan perpindahan gerak secara cepat dan terarah. Anak harus mampu mempertahankan posisi tubuh ketika bertumpu pada satu kaki, sehingga otot-otot postural dan sistem keseimbangan bekerja lebih optimal. Selain itu, aktivitas berpindah dari satu kotak ke kotak berikutnya dengan ritme tertentu memberikan rangsangan yang baik bagi peningkatan kelincahan dan koordinasi gerak. Tantangan dalam permainan ini membuat anak berlatih menyesuaikan tempo lompatan, mempertahankan pusat gravitasi, serta mengendalikan tubuh agar tetap stabil. Oleh karena itu, Engklek dapat dikategorikan sebagai permainan tradisional yang memiliki kontribusi kuat terhadap perkembangan kemampuan motorik dasar, khususnya keseimbangan dinamis dan kelincahan gerak. Selain memberikan manfaat secara fisik, permainan Engklek juga mendukung perkembangan aspek sosial dan emosional anak. Proses bermain yang dilakukan dalam kelompok memungkinkan anak berinteraksi, berkomunikasi, dan belajar memahami aturan bersama. Kegiatan seperti menunggu giliran, menghargai permainan teman, serta menerima hasil permainan baik kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian penting dari pembelajaran sosial. Di sisi lain, suasana kompetitif yang tetap bersifat menyenangkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Interaksi yang terbentuk selama permainan turut memperkuat hubungan sosial antar teman sebaya dan menciptakan lingkungan bermain yang lebih sehat dan positif. Dengan demikian, Engklek tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga tradisional, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak.
Downloads
References
Agus, I. N., Adi, N., Pramita, I., Putu, L., & Vitalistyawati, A. (2022). Pengaruh Permainan Tradisional Engklek terhadap Keseimbangan Statis dan Keseimbangan Dinamis pada Anak-Anak Usia 6-12 Tahun di Lingkungan Padang Keling Kelurahan Banyuning Buleleng Bali, 8(1), 56–63.
Anugrah, F. D., Ikhsan, M., & Riau, U. I. (2024). Community Education Engagement Journal, 5(2), 36–46.
Darmawati, N. B., & Widyasari, C. (2022). Permainan Tradisional Engklek dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini, 6(6), 6827–6836. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3487
Haq, A. N., Setiawan, F. E., & Nilawati, I. (2024). Aktivitas Olahraga Tradisional Bakiak dalam Meningkatkan Kerja Sama Siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma ’ arif Gogik Kab upaten Semarang.
Herniawati, A., Hidayat, Y., Ernasari, S., & Susanti, E. (2024). Analisis Penggunaan Permainan Tradisional Engklek terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Mawar, 1(1), 30–43.
Hulfian, L., Mujriah, Jamaludin, & SanrijayaNiqsanding. (2025). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ( JPKM ), 3(2), 52–58.
Mahfud, I., Fahrizqi, E. B., Olahraga, P., Teknokrat, U., Ratu, L., Bandar, K., … Bandar, K. (2020). SPORT SCIENCE AND EDUCATION JOURNAL PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KETERAMPILAN, (1), 31–37.
Nanda Hanief Sugito, Y. (2015). Jurnal sportif ● vol. 1 no. 1 november 2015 60, 1(1), 60–73.
Pratiwi, Y., & Kristanto, M. (2015). Upaya meningkatkan kemandirian anak melalui media pilar karakter 2 pada tk b di ra pelangi nusantara 02 semarang tahun ajaran 2013/2014, 18–39.
Widhyanto, P., & Priambodo, A. (2024). Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik SDN Pakis 1 Surabaya Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani , Olahraga , Dan Kesehatan Melalui Modifikasi Permainan Tradisional Engklek Dan Sos Increasing the Learning Interest of Students of SDN 1 Surabaya in Learning Physical Education, Sports, and Health through Modification of Traditional Games Engklek and Sos, (8), 3185–3193.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adi Purcahyo, Fredy Eko Setiawan, Nur Amin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









